MoveOn! Jangan Ragu!

Tidak jauh berbeda dengan cerita sebelumnya, masih dalam lingkup pertemanan. Kisah ini juga akan membahas lika-liku kehidupan teman. 
kali ini berkaitan dengan 'Konseling'. sengaja mengambil tema anak muda, biar kekinian, :) dan meletakkan judul:

MoveOn! Jangan Ragu!

Manusia hidup tentu tidak lepas dari masalah. Kehidupan tanpa masalah bagai makanan hambar tidak berasa. Setiap masalah memberikan kita pilihan. Menjadikan pelajaran ataukah menjadikan musibah. Ketika kita menganggap itu sebuah pelajaran, maka kita akan mengambil ibrah dari setiap masalah yang kita hadapi, tetapi ketika sebaliknya, yaitu menjadikan masalah sebuah musibah, maka kita akan mendapatkan beban berat yang harus kita hindari. Begitu juga dengan seorang teman saya. Dia mengeluhkan masalahnya (curhat) kepadaku.

Dia merasa bahwa dunia seakan-akan hancur, langit runtuh dan gunung-gunung meletus. Padahal dunia yang ia tempati aman-aman saja tidak ada bencana. Setelah saya telisik lebih lanjut, ternyata dia sedang menghadapi masalah atau cobaan, dan dia tidak tau harus bagaimana (?).

Tugas kuliah yang semakin menumpuk memperparah pikirannya, uang jajan yang menipis dan kos-kosan yang sedang paceklik tidak ada air dalam arti garing memicu kebingungan dan kebimbangan yang sedang ia hadapi. Sebenarnya bukan itu masalahnya, tetapi dia sedang patah hati. Habis putus dari kekasih yang selama ini dia sayang. Dududuh...

“Sungguh sulit mendapatkan Wanita yang begitu cantik, cerdas, dan sederhana seperti dia,” katanya. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, ya sudah terlanjur. Dia sudah tidak suka lagi dengan teman saya dengan alasan yang tidak jelas. Saya mencoba memberikan beberapa solusi kepadanya. Sebelum saya menawarkan beberapa opsi solusi, saya memotivasinya agar tetap semangat dalam belajar, jangan hanya karena wanita membuat dia down dan males ngapa-ngapain, tetapi jadikanlah ini untuk perbaikan diri. Let’s move on, you can!
Sumber: mbah Gogel

Opsi pertama, sholat sunnah dua rakaat dan meminta kebaikan dari setiap kejadian. Teringat hadits Nabi yang artinya, “ketika salah satu diantara kalian mendapatkan masalah, dirikanlah sholat”. Supaya hati menjadi tenang, jiwapun tentram. Dia mantuk-mantuk tanda paham dan menunggu opsi kedua. Kemudian saya lanjutkan...

Ikhlaskan dan ridlo terhadap keputusan. Mungkin ini yang terbaik buat dia dan pacarnya. wa ‘Asaa an takrohuu syai’an wahua khoirun lakum... (QS. Al-Baqoroh: 216) karena tidak selamnya pacaran itu baik. Bahkan banyak madhorotnya.

Pilihan terakhir buat teman saya yaitu, cari pacar lagi. sebagaimana slogan Gusdur dalam menangani setiap hal Gitu aja kok repot!. Tetapi ingat, jangan sampai melewati batas. Dan tetap dalam rel agama Islam. (Pen: dalam Islam gak ada pacaran. Ta’arruf, Khitbah, Nikah! Ojo kesuwen! :v)

Akhirnya dia sekarang merasa plong dan enjoy menjalani kegiatan sehari-hari dengan semangat seperti semula dan selalu memperbaiki diri.


Ingat!

At-Thoyyibaatu li at-Thoyyibiina, wa At-Thoyyibuuna li at-Thayyibaat... (QS. An-Nur: 26).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar