Rokok dan Pengaruh Gambar Misterius yang Mengerikan

       METODOLOGI PENULISAN

Angga Riyawan Awaludin, Pemalang: 2015
Essay ini menggunakan berbagai metode penelitian, diantaranya:
   a.       Studi Lapangan
Metode ini dilakukan dengan mengambil data langsung dari kejadian atau peristiwa yang pernah dialami oleh perokok.
   b.      Studi Pustaka
Metode studi pustaka dilakukan dengan pengambilan sumber-sumber laporan dari  berbagai buku, yang ada diperpustakaan kampus yang sekiranya menunjang penulisan essay tersebut.
   c.       Wawancara
Metode ini dilakukan dengan mengajukan petanyaan-pertanyaan kepada sebagian mahasiswa yang bersangkutan dengan tema penulisan, selain itu juga dilakukan kepada pihak-pihak yang dibutuhkan penulis dalam pengumpulan data. Diantaranya teman sebaya, para Guru dan lain-lain. Metode wawancara juga dilakukan dengan cara bertanya langsung kepada narasumber.

B.            TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan essay ini adalah untuk mengetahui pengaruh pencantuman gambar seram di bungkus rokok.

PENCANTUMAN GAMBAR SERAM PADA BUNGKUS ROKOK

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang sekitar 70 hingga 120 mm dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun – daun tembkau yang telah di cacah. Ada 2 macam rokok yaitu rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Rokok yang berfilter  pada salah satu ujung rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berguna untuk menyaring nikotin.
Siapa yang tidak tau dengan rokok. Hampir setiap orang di dunia mengenal atau mengetahuinya. beberapa orang menganggap mengonsumsi rokok merupakan hal yang tidak dapt dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan ada yang menganggap bahwa merokok dapat menenangkan pikiran atau yang sekarang lagi ramai-ramainya dikalangan remaja yaitu rokok dapat menghilangkan kegalauan. Mereka lebih memilih untuk membeli rokok daripada membeli makanan yang bergizi.
Mereka rela menyisihkan uangnya hanya untuk membeli rokok. rokok biasanya dijual dalam bungkusan kotak kecil.  Walaupun rokok tidak baik untuk kesehatan akan tetapi rokok masih tetap digemari oleh banyak orang. rokok telah menjadi persoalan global yang kompleks bagi masyarakat indonesia. Merokok merupakan suatu pandangan yang sudah tidak asing lagi. banyak orang yang kecanduan merokok, bahkan lebih parahnya lagi ada orang yang sehari bisa menghabiskan 2 bungkus rokok.
Perokok di Indonesia semakin meningkat. Padahal sudah terpampang jelas tulisan bahaya merokok di kemasan rokok. Tulisan tersebut yang dulunya hanya tulisan "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin". Tulisan tersebut yang awalnya hanya kecil kemudian lebih diperbesar. Sudah juga diganti dengan "merokok dapat membunuhmu". Kemudian baru baru ini pemerintah mencoba melakukan cara lain dengan menambah gambar seram pada bungkus rokok. Gambar seram awalnya hanya seperempat bagian dari kemasan.Kemudian di perluas menjadi separuh bagian kemasan.  Gambar tersebut menggambarkan  kondisi organ tubuh yang rusak jika kebiasaan merokok tidak dihentikan, seperti kanker paru – paru, kanker mulut, kanker otak, dan kanker tenggorokan.
Hal ini sesuai dengan aturan Pemerintah yang telah mewajibkan para produsen rokok untuk memasang gambar menyeramkan atau pictorial health warning (PHW) pada setiap kemasan. yaitu ketentuan Peraturan Pemerintah No 109/2012. Dengan gambar seram itu di harapkan jumlah perokok aktif di Indonesia bisa di tekan.
Akan tetapi apakah upaya pemerintah tersebut itu berpengaruh atau tidak terhadap para perokok dan para pedagang rokok?.
Pengaruh Gambar Terhadap Penikmat Rokok
Bagi orang-orang miskin yang merokok mungkin tidak terlalu berpengaruh, karena mereka membeli rokoknya ngecer atau membeli per batang saja, otomatis tidak melihat gambar seram yang di cantumkan oleh pemerintah pad bungkus rokok, jadi selama gambar seram tersebut hanya dibungkus rokok tidak berpengaruh bagi perokok yang miskin.
Termasuk yang tidak terpengaruh oleh tampilan gambar rokok tersebut adalah para perokok kelintingan, rokok kelinting adalah rokok yang dibuat oleh si perokok sendiri dengan bahan-bahan dan ramuan yang dia inginkan seperti mbako, papir, ada juga yang memakai kulit jagung yang dikeringkan, sesuai selera mereka. Mereka tidak terpengaruh oleh gambar menakutkan yang berada di bungkus rokok, karena mereka membeli bahan-bahan secara terpsah.
‘Orang buta’ adalah salah satu dari sekian banyak penikmat rokok yang tidak terpengaruh dengan adanya gambar rokok, seberapapun menjijikan dan menyeramkannya. Perokok yang buta, hidupnya tenang, tidak ada perasaan khawatir yang menghampirinya saat dia menghisap batang rokok, sekalipun dibungkus rokok terdapar gambar organ tubuh yang membusuk, atau alat vital yang terinveksi tumor, baginya sama saja.
Penulis juga mendapatkan, bahwa gambar tersebut berpengaruh terhadap sebagian orang, mereka mengatakan, “saya kalau membeli rokok, gambar itu saya sobek, atau saya pindahkan ke tempat rokok, karena ketika saya merokok dan melihat gambar seram tersebut saya merasakan jijik dan sedikit mual, bahhkan pernah  muntah” demikian jawaban salah satu smoker ketika saya tanya.
Adapun untuk pemula, biasanya kebanyakan dari kalangan anak-anak menginjak dewasa, yang jiwanya masih labil, dan selalu ingin mencoba-coba, termasuk merasakan rokok, sedikit terpengaruh dengan adanya cantuman gambar. Ada diantara mereka yang membatalkan niat ingin merokok, karena takut tubuhnya nanti seperti yang ada di gambar, terserang penyakit membayakan dan membusuknya bagian-bagian tubuh. Ada juga yang nekat dan tetap melanjutkan membakar sebatang rokok untuk dihisap. Anak seperti ini biasanya golongan anak yang keras kepala dan mempunyai perasaan penasaran yang kuat.
Dan yang terakhir, pencantuman gambar rokok tidak berpengaruh sama sekali terhadap orang yang tidak merokok, karena sebelum gambar itu ditampilkan, mereka sudah mengetahui tentang bahaya merokok dengan adanya peringatan-peringatan yang ditulis di bungkus rokok.
merokok dapat menyebabkan kangker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan, dan janin”
Oleh karena itu mereka tidak mau merokok karena mereka sayang dengan dirinya sendiri, tidak ingin membahayakan kesehatan tubuhnya, dan menjaga agar dirinya selalu terjaga dalam keadaan baik.
Pengaruh Gambar Terhadap Pedagang
Adanya pencantuman gambar seram dan menakutkan di setiap bungkus rokok tidak serta merta mempengaruhi pedagang rokok. Bahkan dari hasil wawancara penulis kepada beberapa pedagang rokok yang ada di warung-warung dan toko-toko, hasilnya tidak begitu berpengaruh pada hasil penjualan. "Kalau menurut saya, namanya perokok, jangankan gambar, tetap dihisap. Malah makin kenceng, enggak pengaruh kalau kata saya," ujar pak Bani penjual rokok di Pasar Ngaliyan, Semarang, Minggu (04/01/2015).
Malah sebagian pedagang ada yang berpendapat menyeleneh, penjualan rokok semakin meningkat karena pengguna rokok penasaran dengan adanya penampakan gambar tersebut.
Dalam skala yang cukup besar, produsen rokok merasa resah dengan adanya peraturan ini, mereka menghawatirkan peminat rokok berkurang, sehingga mengganggu usaha mereka, padahal perusahaan rokok sangat berpengaruh terhadap ekonomi rakyat.
Bahkan pendapatan Negara paling besar didapatkan dari Pajak Cukai perusahaan Rokok, bayangkan, ketika Sampoerna menutup perusahaan, berapa banyak buruh yang kehilangan pekerjaan, di sini telah kita ketahui mereka tidak bisa bekerja dan akhirnya menganggur. Selain itu, pendapatan Negara menjadi lemah dan berkurang, dan lemah dalam hal ekonomi.
Selain itu juga pemberian gambar bungkus rokok juga memunculkan lapangan kerja baru, yaitu pembuatan kotak rokok. Salah satu contohnya yaitu Kotak tempat rokok dengan bahan kayu jati produksi perajin di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro semakin diminati konsumen luar daerah lantaran pengaruh gambar seram atau horor di bungkus rokok sejak sebulan terakhir.
Penulis menarik kesimpulan bahwa upaya pemerintah dalam mencantumkan gambar seram pada bungkus rokok di Indonesia tersebut tidak begitu berpengaruh. Tidak seperti apa yang diharapkan oleh pemerintah. Para perokok tidak menghiraukan gambar – gambar yang terpampang pada kemasan rokok, mereka lebih memilih mengambil jalan penuh resiko itu hanya untuk kenikmatan hisapan asap rokok belaka. Para perokok melakukan ini karena merokok sudah menjadi tradisi terutama bagi masyarakat Indonesia.



LAMPIRAN
1.      Rumusan metode pengumpulan data
Data
Sumber
Teknik
Latar belakang
Kondisi Masyarakat Indonesia
Diskusi
Buku
Internet
Pengaruh Gambar Terhadap Penikmat Rokok
Perokok aktif, pasif dan bukan perokok
Wawancara
internet
Pengaruh Gambar Terhadap Pedagang
Penjual sekitar pasar,
Produsen pabrik
Wawancara
internet
Kesimpulan
Masyarakat indonesia
Wawancara
Diskusi

2.      Tulisan ini di dapatkan dari wawancara dengan :
1.      Haris Lusdiana, SH. I adalah seorang mahasiswa S2 jurusan falak yang aktif merokok
2.      Ibu Ning adalah seorang penjual rokok di perum bank niaga ngaliyan Semarang
3.       
3.      Daftar Pustaka


Hasil Wawancara
W        : Bagaimana Pendapat anda tentang gambar seram yang ada pada bungkus rokok ?
NS       : Gambar seram yang ada pada bungkus rokok itu salah satu usaha pemerintah sebagai upaya meminimalisir pengguna rokok di Indonesia. Munculnya gambar seram tersebut dikarenakan merokok mengganggu kesehatan. Mungkin dengan label ini menjadi salah satu cara yang evektif untuk meminimalisir para perokok di Indonesia.
W        : Menurut anda, apakah ada pengaruh pencantuman gambar seram pada bungkus  tersebut ?
NS       : Menurut saya selama ini secara empiris tidak berpengaruh Karena sejatinya para perokok itu sudah mengetahui evek dari merokok itu sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar