Sajak Fajar

Aku Cuma Punya Harapan

Entah, aku harus memohon apalagi pada Tuhan. Ampunan sudah berkali-kali aku panjatkan, tetapi seingat yang aku bayangkan, maksiat tetap berjalan...
Entah aku harus memohon apalagi pada Tuhan. Rizki halal sudah berkali-kali aku pintakan, tetapi seingat yang aku bayangkan, hati selalu ketakutan mencari makan, hingga halal haram tak pernah aku hiraukan...
Entah ahu harus memohon apalagi pada Tuhan. Keberkahan, kasih sayang, dan kebahagiaan beribu-ribu kali aku ulang, tetapi sejauh yang aku ingat, perintah-Nya telah aku lalaikan dan larang-Nya selalu aku kerjakan...
Tuhan...
Aku sadar sepenuhnya dengan hati dan pikiran, segala yang telah Engkau gariskan pasti terjadi dan terkabulkan
Jika harus terjadi, maka terjadilah...
Engkau tidak membutuhkan cahaya untuk menerangi,
Tidak pula membutuhkan hitam untuk menggelapkan...
Awan bergumul menyelimuti bumi dengan diiringi hembusan angin pun tidak selamnya membawa hujan
Terik matahari di siang bolongpun tidak selamanya memancarkan sengatan panas yang berhamburan
Tetapi, segala berjalan atas kehendak-Mu Tuhan...
Tuhan...
Jangan menertawakanku karena ibadahku payah
Jangan mencaciku karena amalku lemah
Jangan menghukumku atas kesalahan yang aku buat
Jangan menghinaku karena aku adalah hamba-Mu
Hamba-Mu...
Yang penuh harapan akan ampunan
Yang penuh harapan akan kasih sayang
Yang penuh harapan akan kebaikan
Yang penuh harapan akan petunjuk jalan yang Engkau ridloi
Begitulah adanya...

Aku hanya punya harapan. Harapan yang tidak akan pernah padam kepada-Mu Tuhan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar