KOLAMKU
DIHUNI DUA BAWAL
Rumah
orang tuaku di tengah pekarangan, menghadap ke sawah. Tepat di depan teras,
terdapat kolam yang beberapa bulan lalu sengaja digali oleh bapak saya untuk
menanam ikan. Ide ini berasal dari kakak saya sang konseptor sejati. Beliau
membuat rencana yang sangat cemerlang tapi tidak menyilaukan yaitu membuat
kolam ikan.
Dengan
lahan yang tersisa, sekitar lima kali delapan meteran, kolampun siap untuk
ditanami. Mirisnya, beberapa bulan terakhir ini, baru dapat dua ekor bibit ikan,
jenis ikan yang diinginkan konseptor tidak lain hanyalah bawal, ya, , entah ada
apa dengan ikan itu, sehingga dia seakan-akan tidak mau berpindah hati. Wal,
wal, kamu pake pelet ya?
Air
tawar yang tenang dan nyaman membuat kedua ikan tersebut tumbuh semakin besar.
Hari demi hari, mereka lewati bersama, ada juga beberapa ikan yang tidak
diundang secara langsung, seperti ikan sepat, betik, dan beberapa ikan kecil
yang saya tidak tahu jenisnya. Meskipun berbeda jenis dan tidak diundang,
mereka tetap hidup rukun, menjaga perdamaian demi kesatuan dan persatuan
repulik kolam.
Setiap
pagi dan sore, mereka mendapatkan supply makanan dari keluarga kami. Pernah
beberapa kali saya yang memberikan makan. Ketika makanan saya lemparkan, mereka
berkumpul, saling berebut dan senggol senggolan, tapi tidak sampai tawuran. Ada
rasa bahagia tersendiri melihat tingkah ekosistem ini. Tarian sirip dari kedua
bawal terlihat gemulai, meskipun tanpa musik. Ikan-ikan lain bersorak
menyemangati.
Mereka
tidak rewel dalam hal makanan, seperti layaknya kita, mereka juga suka nasi!
Wowowo, , tapi tanpa sambal, dan minumnya juga buka es teh. Coba bayangkan,
kalau ikan makan nasi, pakai sambal dan bawal goreng, plus minumnya es teh.
Pasti di kolamku ini ramai dengan warung pojok, eh, maksudnya warung makan.
Dududuh, , ikan makan ikan!
Lebih
jauh lagi, sang konseptor membicarakan tentang asiknya memelihara dua ikan.
Apabila salah satu ikan hilang, karena dipancing atau dijaring oleh kucing
kepala hitam (garong sarungan), maka akan mudah mendeteksi kehilangan, yaitu saat
memberi makan, yang terlihat hanya satu ekor. Untuk selanjutnya dapat diambil
kesimpulan bahwa ikan bawal hilang satu, dan kita masih bisa bersyukur masih
ada satu lagi yang tersisa. Positif thinking aja... kalau satunya hilang lagi,
ya sudah lah... (Bondan Prakoso)
Point
kedua, hemat. Lho... kok bisa? Masih ingat kan, makanan ikan bawal di atas apa?
Yups, , kalau misalkan ada seratus ikan, berapa banyak nasi yang harus
dikeluarkan dalam sehari. Dua ikan bawal mengonsumsi satu genggam nasi. Sehari
dua kali, pagi dan sore, berarti dua genggam nasi dalam sehari untuk dua bawal.
Satu bawal sama dengan makan satu genggam nasi sehari. Jadi seratus bawal butuh
seratus genggam nasi. Jika satu piring berisi lima genggam nasi, maka seratus
genggam sama dengan dua puluh piring. Wowowowo... terus kami makan apa? kalau
dua puluh piring diceburkan ke kolam. Boros banget kan? Jadi cukup 2 ikan aja,
biar hemat. Ingat! Hemat pangkal kaya, tapi kalau sudah hemat belum kaya juga,
berarti harus mengurangi peliharaan ikan bawal, jangan seratus ya, , :v
Ikan
bawalnya kan ada dua, jadi cuma dua poin aja ya, nanti kalau kebanyakan,
boros... yaudah deh, lanjutkan belajarmu itu, atau play lagi film yang kamu
pause. Piss J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar